Setan Dibelenggu
إِذَا
جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan maka dibuka pintu surga dan
ditutup pintu neraka dan syetan-syetan di belenggu” (HR. Muslim).
Setelah mengetehui hadits tersebut penting bagi kita untuk
mengetahui apa sebenarnya syetan tersebut? seibarat perang kita harus
mengetahui terlebih dahulu siapa dan bagaimana bentuk musuh yang akan kita
lawan. Sehingga dengan demikian kemenangan dalam pertempuran pun insyaallah
akan kita menangkan.
Allah swt. Berfirman :
7Ï9ºxx.ur
$oYù=yèy_
Èe@ä3Ï9
@cÓÉ<tR
#xrßtã
tûüÏÜ»ux©
ħRM}$#
Çd`Éfø9$#ur
ÓÇrqã
öNßgàÒ÷èt/
4n<Î)
<Ù÷èt/
t$ã÷zã
ÉAöqs)ø9$#
#Yráäî
“dan Demikianlah Kami jadikan bagi
tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan
jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” Al-Anam dan
didalam surah Shood ayat 38-39 nabi Sulaiman diberikan syaitan-syaitan
ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.
dalam
sebuah riwayat, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Aisyah ra. mengatakan:
Rasulullah SAW keluar dari
rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan
menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: "Apakah kamu telah didatangi syetanmu?"
"Apakah syetan bersamaku?" Jawabku, "Ya, bahkan setiap
manusia." Kata Nabi Muhammad SAW. "Termasuk engkau juga?"
Tanyaku lagi. "Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat
dari godaannya." Jawab Nabi (HR Ahmad).
Ibnu Kastir dalam Tafsirnya menyebutkan bahwa Syetan dengan
sifat negative yang terdapat dalam diri manusia.
Jadi Syetan itu adalah hawa nafsu manusia itu sendiri yang
mendorong kearah keburukan.
Kedua, di dalam bulan ramadhan ternyata tidak semua orang
terbebas dari godaan syetannya, termasuk orang-orang yang sedang berpuasa.
Imam Ghazali menjelaskan ada tiga golongan manusia yang
menjalankan puasa.
Dan Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda:
“Adapun maksud syetan dibelenggu adalah manakala seorang
hamba Allah mencegah dirinya dari barang-barang yang diperbolehkan maka dia pun
akan terus berupaya untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak
diperbolehkan, yang kadang-kadang syetan terus memasukan was-was ke dalam kalbu
mereka…kalau tidak, orang-orang yang kurang imannya, yang di dalam hatinya
tidak timbul rasa hormat terhadap bulan ramadhan maka dibulan ramadhan pun
mereka sepenuhnya berada dalam cengkraman syetan. Dalam bulan Ramdhan pun
mereka lalai beribadah kepada Allah swt…”
Jadi, kembali kepada kita “manusia”. setan dalam diri kita
akan kita “belenggu” atau tidak. (posted by abutsaqib. padang, 4 nopember 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar