Rabu, 04 November 2015

makna setan dibelenggu menurut ahmadiyah

Setan Dibelenggu
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan maka dibuka pintu surga dan ditutup pintu neraka dan syetan-syetan di belenggu” (HR. Muslim).

Setelah mengetehui hadits tersebut penting bagi kita untuk mengetahui apa sebenarnya syetan tersebut? seibarat perang kita harus mengetahui terlebih dahulu siapa dan bagaimana bentuk musuh yang akan kita lawan. Sehingga dengan demikian kemenangan dalam pertempuran pun insyaallah akan kita menangkan.
  
Allah swt. Berfirman :
7Ï9ºxx.ur $oYù=yèy_ Èe@ä3Ï9 @cÓÉ<tR #xrßtã tûüÏÜ»ux© ħRM}$# Çd`Éfø9$#ur ÓÇrqムöNßgàÒ÷èt/ 4n<Î) <Ù÷èt/ t$ã÷zã ÉAöqs)ø9$# #Yráäî

“dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” Al-Anam dan didalam surah Shood ayat 38-39 nabi Sulaiman diberikan syaitan-syaitan ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.
dalam sebuah riwayat, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Aisyah ra. mengatakan:
Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: "Apakah kamu telah didatangi syetanmu?" "Apakah syetan bersamaku?" Jawabku, "Ya, bahkan setiap manusia." Kata Nabi Muhammad SAW. "Termasuk engkau juga?" Tanyaku lagi. "Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya." Jawab Nabi (HR Ahmad).

Ibnu Kastir dalam Tafsirnya menyebutkan bahwa Syetan dengan sifat negative yang terdapat dalam diri manusia. 

Jadi Syetan itu adalah hawa nafsu manusia itu sendiri yang mendorong kearah keburukan.
Kedua, di dalam bulan ramadhan ternyata tidak semua orang terbebas dari godaan syetannya, termasuk orang-orang yang sedang berpuasa.

Imam Ghazali menjelaskan ada tiga golongan manusia yang menjalankan puasa.  

Dan Hadhrat Khalifatul Masih V atba bersabda:
“Adapun maksud syetan dibelenggu adalah manakala seorang hamba Allah mencegah dirinya dari barang-barang yang diperbolehkan maka dia pun akan terus berupaya untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diperbolehkan, yang kadang-kadang syetan terus memasukan was-was ke dalam kalbu mereka…kalau tidak, orang-orang yang kurang imannya, yang di dalam hatinya tidak timbul rasa hormat terhadap bulan ramadhan maka dibulan ramadhan pun mereka sepenuhnya berada dalam cengkraman syetan. Dalam bulan Ramdhan pun mereka lalai beribadah kepada Allah swt…”

Jadi, kembali kepada kita “manusia”. setan dalam diri kita akan kita “belenggu” atau tidak. (posted by abutsaqib. padang, 4 nopember 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar